Tampilkan postingan dengan label HEWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HEWAN. Tampilkan semua postingan
Apa Itu Dinosaurus?

Apa Itu Dinosaurus?

gambar dinosaurus
Gambar : wikipedia
Apa Itu Dinosaurus? - Pernahkah sobat kejutaninternet.blogspot.com mendengar kata dinosaurus? Tentu saja pernah karena kata tersebut identik dengan hewan purba. Ya .. hewan ini adalah salah satu jenis hewan yang saat ini sudah punah. Lalu apa itu dinosaurus? Berikut penjelasannya lebih lengkap ya sobat.

Dinosaurus bisa digolongkan ke dalam beragam kelompok hewan dari sudut pandang taksonomi, morfologi, dan ekologi. Dinosaurus adalah kelompok hewan purbakala dari klad Dinosauria. Lebih dari 9.000 spesies burung adalah jenis dinosaurus vertebrata yang paling beragam, selain perciform ikan.Dengan menggunakan bukti fosil, para paleontolog telah mengidentifikasi lebih dari 5.000 genera dinosaurus yang berbeda, dan lebih dari 1.000 spesies yang tidak sama dengan dinosaurus non-unggas.

Meskipun kata dinosaurus secara harfiah berarti "kadal yang mengerikan", namun sebenarnya dinosaurus bukanlah spesies kadal. Sebaliknya, dinosaurus tergolong dalam kelompok reptil yang terpisah. Bukti menunjukkan bahwa dinosaurus yang telah punah sama sekali tidak mencerminkan karakteristik tradisional reptil, misalnya bergerak melata dan ektoterma. Selain itu, kebanyakan hewan pra-sejarah seperti mosasaurus, ichthyosaurus, pterosaurus, plesiosaurus, dan Dimetrodon, dianggap sebagai jenis dinosaurus, namun sebenarnya hewan-hewan ini bukanlah dinosaurus. Sepanjang paruh pertama abad ke-20, sebelum burung diakui sebagai keturunan dinosaurus, sebagian besar ilmuwan percaya bahwa dinosaurus adalah hewan yang lamban dan berdarah dingin. Namun, penelitian yang dilakukan sejak 1970-an menunjukkan bahwa dinosaurus adalah hewan yang aktif dengan sistem metabolisme yang tinggi dan melakukan berbagai adaptasi dalam interaksi sosialnya.

Jenis dinosaurus di setiap benua bisa ditentukan melalui spesies yang masih hidup ataupun melalui sisa-sisa fosil. Kebanyakan di antaranya adalah herbivora, sedangkan yang selebihnya adalah karnivora. Sebagian besar keturunan dinosaurus yang masih hidup adalah bipedal (berkaki dua), namun kebanyakan jenis dinosaurus yang telah punah adalah spesies quadrupedal (berkaki empat). Struktur tampilan yang rumit seperti tanduk atau jambul umumnya dimiliki oleh semua kelompok dinosaurus, dan beberapa kelompok yang telah punah juga memiliki struktur tulang yang khas seperti duri dan tulang punggung yang tajam. Penelitian menunjukkan bahwa bertelur dan membangun sarang adalah karakteristik lainnya yang dimiliki oleh semua dinosaurus. Meskipun spesies burung modern pada umumnya berukuran kecil karena menyesuaikan dengan kemampuan terbang, sebagian besar dinosaurus pra-sejarah berukuran besar—yang terbesar adalah Amphicoelias fragilimus dari sauropoda, dengan panjang 73 meter (239 1/2+ kaki) dan tinggi 29 meter (95+ kaki) dengan berat 249.55 Ton. Namun, anggapan bahwa dinosaurus non-unggas pada umumnya berukuran raksasa adalah suatu kesalahpahaman; banyak juga dinosaurus yang berukuran kecil, misalnya Xixianykus, yang panjangnya hanya 50 cm (20 inci).

Sejak fosil dinosaurus ditemukan pertama kali pada awal abad ke-19, rangkaian kerangka dinosaurus telah menjadi atraksi utama di berbagai museum di seluruh dunia, dan dinosaurus juga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan dunia. Ukurannya yang besar serta sifatnya yang dianggap buas dan mengerikan telah menyebabkan munculnya buku-buku dan film-film laris yang mengisahkan mengenai dinosaurus, misalnya Jurassic Park. Tingginya antusiasme publik terhadap dinosaurus menyebabkan meningkatnya aliran dana untuk membiayai penelitian dinosaurus, dan penemuan-penemuan terbaru secara teratur selalu diliput oleh media.

Dikarenakan hewan ini sudah punah mari kita jaga kelestarian keanekaragaman hayati yang ada disekitar kita ya sobat. Mengapa? Tentu saja agar tidak punah dan anak cucu kita dapat melihatnya bukan hanya sekedar cerita seperti dinosaurus ini. Semoga menambah wawasan.

sumber : wikipedia
Sejarah dan Ciri Dinosaurus

Sejarah dan Ciri Dinosaurus

Sejarah dinosaurus - Hewan punah dan purba yang satu ini memang cukup fenomenal di dunia. Namun saat ini memang tinggal cerita. Lalu? Bagaimanakah awal mula asal dan evolusi dinosaurus? Berikut penjelasannya.
gambar dinosaurus
Gambar: wikipedia
Dinosaurus adalah kelompok hewan purbakala dari klad Dinosauria. Dinosaurus pertama kali muncul pada periode Trias, sekitar 230 juta tahun yang lalu, dan merupakan vertebrata dominan selama 135 juta tahun, yang dimulai sejak periode Jura (sekitar 201 juta tahun yang lalu) hingga berakhirnya periode Kapur (60 juta tahun yang lalu), dan kemudian musnah akibat peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen sebelum Era Mesozoikum. Studi terhadap fosil dinosaurus menunjukkan bahwa spesies burung berevolusi dari dinosaurus theropoda selama periode Jura, dan akibatnya, ribuan jenis burung yang hidup sekarang telah diklasifikasikan sebagai sub-kelompok dinosaurus oleh para paleontolog.Beberapa burung yang selamat dari kepunahan 66 juta tahun yang lalu beserta keturunannya melanjutkan keberlangsungan hidup dinosaurus sampai sekarang.

Baca juga : 11 Jenis-jenis Dinosaurus

Dinosaurus berkembang menjadi spesies sendiri dan berpisah dari nenek moyang mereka, archosaurus, sekitar 230 juta tahun yang lalu, pada periode Trias Tengah hingga Trias Akhir, kira-kira 20 juta tahun setelah peristiwa kepunahan Permian-Trias yang memunahkan hampir 95% kehidupan di Bumi. Penanggalan radiometrik dari formasi batuan yang mengandung fosil dinosaurus awal seperti genus Eoraptor membuktikan bahwa hewan tersebut adalah dinosaurus tertua di Bumi. Para paleontolog berpendapat bahwa Eoraptor kemungkinan adalah nenek moyang dari semua dinosaurus.  jika hal ini benar, maka bisa disimpulkan bahwa pada awalnya, karakteristik dinosaurus adalah bertubuh kecil, dan predator berkaki dua. Penemuan hewan purbakala ornithodiran yang mirip dinosaurus seperti Marasuchus dan Lagerpeton di Argentina turut mendukung pendapat ini.

Ciri Ciri Dinosaurus

  • Memiliki jenis tulang panggul Saurischia atau Ornithschia
  • Hidup pada Masa Mesozoikum
  • Memiliki kaki tegak langsung di bawah tubuh seperti Mamalia dan Aves modern
  • Tidak memiliki sayap atau sirip berukuran besar yang difungsikan untuk terbang atau berenang
  • Bereproduksi secara ovipar
  • Memiliki ekor sekurang-kurangnya seperlima panjang tubuhnya
Setelah membaca sejarah singkat dari hewan purba ini semoga pengetahuan sobat terkondang bertambah. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga keutuhan lingkungan kita agar anak cucu kita dapat menikmatinya kelak. Jangan sampai seperti dinosaurus yang hanya tinggal cerita. Salam kondang dari fakta terkondang.

sumber: wikipedia
Dinosaurus Bertanduk Dari Korea

Dinosaurus Bertanduk Dari Korea


Dinosaurus yang diduga punya hubungan dengan triceratops memiliki kepala tertutup dan struktur ekor kipas pernah hidup di daerah yang kini dikenal sebagai Korea Selatan, sekitar 103 juta tahun lalu. Ini adalah penemuan pertama dinosaurus bertanduk di semenanjung Korea.
Penemuan yang terbit dalam jurnal Naturwissenschaften: The Science of Nature pada 18 November ini meliputi tulang punggung, tulang pinggul, sebagian lengan belakang, dan ekor yang hampir utuh. Dinosaurus ini diberi nama Koreaceratops hwaseongensis dan diduga hidup pada periode awal Cretaceous.
Penemuan ini, menurut Michael J Ryan, mengisi kekosongan 20 juta tahun antara temuan fosil di Asia dan kemunculan pertama di Amerika Utara. Ryan adalah seorang kurator dan kepala Clevelend Museum of Natural History bagian paleontologi vertebrata yang terlibat dalam penulisan jurnal.
‘Ini penemuan langka,’ kata Ryan. Fosil dinosaurus tidak biasanya ditemukan di kawasan ini, kecuali bukti adanya telur dinosaurus dan jejak kaki.
Dinosaurus Korea ini diperkirakan memiliki panjang 150 hingga 180 sentimeter dengan bobot 30 hingga 50 kilogram. Dengan ukuran tersebut, dinosaurus ini terbilang kecil dibandingkan dengan kerabat triceratops yang ditemukan di Amerika Utara. Bentuk seperti paruh burung beo di depan rahangnya membuat peneliti menduga bahwa hewan ini herbivora.
Ryan dan koleganya menduga, dinosaurus ini bipedal dan dapat bergerak dengan cepat. “Ekornya unik,” ujar Ryan. Untuk seekor dinosaurus, ekornya pendek. Beberapa duri panjang yang disebut neural arches (lengkungan saraf) menyembul dari ekor dengan embel-embel.
Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa dinosaurus memiliki ekor seperti ini. ‘Salah satunya murni untuk pamer. Jadi, kipas di ujung ekor bisa saja berwarna dan jika dibalikkan dapat menjadi alat memberi sinyal. Bagian itu bisa dikembangkan seperti bendera sehingga bisa memberi sinyal kepada hewan lain atau untuk menarik lawan jenis,’ papar Ryan.
Bentuk bagian tubuh ini juga membantu pertukaran hawa panas atau juga membantunya berenang. Para peneliti menduga, dinosaurus ini menghabiskan sebagian waktunya untuk berburu makanan di air.
Bagaimana Komunikasi antara Gorila dan Bayinya?

Bagaimana Komunikasi antara Gorila dan Bayinya?

Ibu gorila ternyata menggunakan semacam "bahasa bayi" ketika berkomunikasi dengan anaknya. Tim peneliti Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, mengetahui cara komunikasi itu setelah menonton dan merekam interaksi gorila dataran rendah barat.
foto
Gorila adalah hewan yang memiliki beragam bahasa tubuh untuk berkomunikasi. Karena itu, tim berfokus pada ekspresi wajah dan isyarat tangan yang digunakan gorila saat berinteraksi. Mereka menerbitkan temuan terbaru ini dalam American journal of Primatology edisi Juni.

Penelitian dipimpin oleh Eva Maria Luef. Ia bersama koleganya, Katja Liebal, merekam cuplikan kehidupan gorila di Leipzig Zoo di Jerman serta Howletts and Lympne Wild Animal Park di Inggris. Total durasi rekaman tersebut mencapai 120 jam.

Hasil analisis rekaman menunjukkan bahwa ibu gorila memeragakan gerakan taktil sewaktu bermain dengan bayi. Gerakan ini berbeda dibanding saat ibu gorila berinteraksi dengan gorila dewasa lainnya. "Mereka akan menyentuh dan sesekali menampar ringan bayi-bayi gorila itu," kata Luef.

Ia menggambarkan satu gerakan ibu gorila yang sangat keibuan untuk mencegah anaknya melakukan perbuatan yang tidak diinginkan. Gerakan itu disebut hand-on. "Di sinilah ibu gorila meletakkan telapak tangan mereka di atas kepala (bayi)," kata Luef. "Artinya ''hentikan''."

Ibu gorila sebenarnya sering menggunakan gerakan ini terhadap gorila dewasa lain. Namun, dalam berkomunikasi dengan bayi gorila, ibu gorila akan mengulangi tindakan tersebut beberapa kali. Para peneliti menyebut komunikasi keibuan dengan gerakan tangan ini sebagai non-vocal motherese.

Luef mengatakan gerakan yang digunakan ibu gorila ini membantu bayi membangun pemahaman atas gerakan serupa saat mereka dewasa. Gunanya adalah untuk berkomunikasi dengan seluruh anggota kelompok gorila. "Ini juga menunjukkan bahwa individu gorila yang lebih tua memiliki kesadaran tertentu saat menghadapi bayi yang belum memiliki keterampilan berkomunikasi," kata Luef.

Penelitian Luef dan rekan-rekannya ini diragukan oleh Profesor Richard Byrne dari University of St Andrews. Byrne menjelaskan pentingnya cara gorila dewasa berbicara kepada bayi gorila. "Ini cara alami yang sangat cerdas untuk menyampaikan perincian tentang bagaimana kita membangun tata bahasa kompleks," kata dia.

Dia menilai penelitian Luef cukup menarik dan menunjukkan bahwa gorila dewasa memahami sulitnya berkomunikasi dengan bayi. Karena itu, ia menggunakan cara yang sesuai. Namun Byrne menambahkan, karena tidak mengembangkan bahasa layaknya manusia, gorila tidak perlu memiliki "bahasa bayi" seperti yang digambarkan oleh hasil penelitian Luef. "Saya pikir ini tidak berkaitan sama sekali," kata dia.
Unik, Katak Borneo Ini Hobi Lambaikan Kaki

Unik, Katak Borneo Ini Hobi Lambaikan Kaki

foto
Seekor spesies langka katak hutan Borneo membingungkan para ilmuwan. Sebab, amfibi langka ini saling menyapa satu sama lain dengan cara melambaikan kaki belakang dan adu tos kaki depan mereka.

Ahli zoologi sebelumnya berpendapat gerakan melambai katak ini berhubungan dengan perilaku berkembang biak. Namun asumsi mereka berubah saat mengetahui katak yang dikenal dengan sebutan Lesser Rock Frog ini mulai sering melambaikan kaki jauh sebelum usia kematangan seksual mereka.

Para ilmuwan di Kebun Binatang Schönbrunn di Wina, Austria, membiakkan lebih dari seribu ekor katak Lesser Rock Frog. Mereka menemukan perilaku melambai ini dimulai segera setelah katak-katak melewati fase berudu.

Direktur Kebun Binatang Dagmar Schratter mengatakan para ilmuwan yakin perilaku unik katak ini berkaitan dengan reproduksi. "Tapi sekarang kita tahu bahwa katak remaja sudah melambaikan kaki mereka dan ini membingungkan. Kami sedang mempelajari hal ini," ujar dia.

Ia berharap para pengunjung kebun binatang menyukai perilaku unik katak-katak mungil ini. Setidaknya para pengunjung bisa memperoleh sedikit keberuntungan menyaksikan katak-katak itu saling menyapa dengan cara unik mereka.

Pada 2008, para ilmuwan menemukan katak Borneo yang tidak kalah unik. Katak tersebut diketahui bernapas melalui kulitnya karena tidak memiliki paru-paru. Kondisi ini menyebabkan bentuk tubuh katak itu tampak datar. Bentuk aerodinamis katak ini memungkinkannya bergerak cepat di sungai yang mengalir deras.

Spesies katak itu ditemukan sejak 1978, tapi para ilmuwan ketika itu belum mengetahui ihwal ketiadaan paru-paru pada katak itu.